.quickedit{ display:none; }

Saturday, January 26, 2013

Cara Merawat Tanaman Hias dengan Baik

cara, merawat, tanaman, hias, dengan baik

Cara Merawat Tanaman Hias
Anggun, cantik, dan menarik adalah penampilan yang selalu diharapkan dari tanaman hias sebagai penghias di dalam maupun di luar ruangan. Oleh karena itu, tanaman membutuhkan perhatian ekstra dan perawatan yang intensif agar tetap sehat dan berpenampilan menarik.

Tanaman sama seperti juga binatang peliharaan yang butuh perhatian lebih, apabila kita benar-benar merawatnya dengan penuh perasaan, maka tanaman pun akan membalas dengan menampilkan sosok yang sehat, cantik, dan anggun sesuai yang diharapkan. 

Di dalam merawat tanaman hias yang perlu dilakukan adalah memeperhatikan penyiraman, pemangkasan, dan repotting. Dan tiga hal tadi juga berlaku apabila kita ingin memperbanyak tanaman hias atau membudidaykannya. Untuk pembahasan lebih jelas tentang memperbanyak atau budidaya tanaman hias bisa anda kunjungi blog http://bestbudidayatanaman.blogspot.com.

Cara Penyiraman yang Baik

Peranan air pada tanaman hias sangat penting sebab air yang membawa unsure-unsure makanan bagi tanaman melalui bulu-bulu akarnya. Unsure hara yang dilarutkan dalam air bergerak dari akar menuju daun. Di dalam daun, larutan ini bersama gas asam arang membentuk cadangan makanan yang selanjutnya beredar ke seluruh bagian tanaman sehingga tanaman tidak layu dan pertanda mengalami pertumbuhan. Air juga berguna 8ntuk mengontrol suhu waktu udara panas.

Kehidupan tanaman sangat tergantung pada penyiraman, khususnya tanaman dalam pot. Apabila penyiraman terlambat, maka tanaman akan layu dan akhirnya mati karena penguapan dari sel-sel di dalam tanaman. Sedangkan jika kelebihan penyiraman akan tidak baik juga, karena dapat menyebabkan akar tidak dapat bernapas dan menjadi busuk.

Berbeda halnya apabila kita menanam tanaman langsung di tanah terbuka, meskipun kekurangan air masih dapat bertahan sebab dalam tanah masih banyak cadangan makanan dan air.

1.    Kualitas Air
Dalam menggunakan air sebaiknya jangan sembarangan air, sebab ada air yang membawa bibit penyakit sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup tanaman, seperti, air sungai yang belum dsapat dijamin kebersihannya.
Air yang baik kualitasnya adalah air sumur, karena didalamnya mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Bila menggunakan air hujan atau air ledeng sebaiknya didiamkan terlebih dahulu sekitar 12 – 14 jam, setelah itu baru bisa dipakai untuk penyiraman.

2.    Kuantitas Air
Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Ketika menyiram tanaman, usahkan mengenai semua bagian tanaman, terutama daun-daunnya. Hal ini supaya tanaman kelihatan segar, dan sebaiknya menggunakan semprotan agar air yang mengenai tanaman dapat berupa butiran-butiran halus yang tidak merusak tanaman.

Banyaknya atau kuantitas air siraman bagi tanaman hias tergantung pada jenis tanaman dan letak tanaman. Menurut jenis, ada tanaman yang menyukai media basah dan juga semi basah. Sedangkan menurut letaknya, bila diletakan di dalam ruangan tanaman tidak memmerlukan banyak air sebab di dalam ruangan penguapannya sedikit dan bila diletakan di luar ruangan banyak memerlukan air sebab di luar banyak terjadi penguapan.

Tanaman Harus Tetap Sehat
  • Tanaman yang di letakkan di ruangan, sebaiknya setiap 2 atau 3 minggu sekali dikeluarkan, sebab tanaman juga butuh menghirup udara yang segar dan letak pada tempat yang posisinya terkena sinar matahari.
  • Tanaman dan lingkungan sekitarnya harus tetap bersih, bekas penyiraman atau pemupukan jangan berserakan, karena hal itu dapat mengundang penyakit.

Pemupukan Pada Tanaman
Berhubung setiap tanaman membutuhkan unsure hara yang berbeda-beda antara jenis tanaman satu dengan yang lain maka dosis pemberian pupuk pun berbeda-beda. Sesuaikan pemberian pupuk menurut dosis yang telah ditentukan pada kemasan pupuk yang ada.

Contoh, pada tanaman adenium pupuk yang dibutuhkan hanya sedikit. Sebaiknya gunakan pupuk Slow release dengan dosis rendah. Slow release adalah jenis pupuk yang terbungkus dalam suatu lapisan pelindung dan larut sedikit-sedikit apabila terkena siraman air.   Dengan demikian, tidak aka nada resiko over dosis.

Hama dan Penyakit
Hama : kutu daun, ulat, thrips, lalat putih, dan jamur

  • •    Kutu Daun, tanda-tandanya tanaman menjadi kerdil, daunnya kering atau menggulung, daun dan batangnya lemah. Cara mengatasinya, singkirkan tanaman supaya tidak menyerang tanaman lain, bersihkan daunnya dengan air hangat seminggu sekali dan semprot dengan obat yang sesuai dengan jenis tanaman dan takaran.

  • •    Ulat, tanda-tandanya daun berlubang dan banyak kotoran ulat disekitarnya. Cara mengatasinya, musnahkan ulat dan bersihkan tanaman dari gulma-gulma yang dapat mengundang ulat.

  • •   Thrips, tanda-tandanya tanaman akan mengalami kegagalan dalam membentuk bunga dan akhirnya rontok, bercak-bercak pada daun, serta daun melepuh kemudian rontok. Cara mengatasinya, tanaman bersihkan dengan air hangat, kemudian semprot daerah yang terkena hama dengan dengan obat yang sesuai dengan jenisnya seminggu sekali.

  • •    Lalat Putih, tanda-tandanya permukaan baigian tas dan belakang menjadi hitam dan terdapat kerumunan semut. Lalat ini meletakan telurnya diprtmukaan bawah daun. Cara mengatasinya, semut dimusnahkan, kemudian tanaman dibersihkan dengan air sabun atau air hangat dan disemprot dengan obat yang sesuai.

  • •Jamur, tanda-tandanya tanaman kelihatan layu, mahkota rontok, pucuk daun keriting, serta tangkai dan akar membusuk. Cara mengatasinya, bagian-bagian yang rusak dibuang, kemudian media tanam diganti dengan komposisi yang tepat, dan disemprot dengan obat yang sesuai dengan dengan tanaman.

Pemangkasan
Manfaat pemangkasan bagi tanaman hias sangat banyak sekali dampaknya, diantaranya yaitu:
  • Agar cabang tanaman beraturan sehingga mempercantik penampilan tanaman.
  • Pertumbuhan batang dan bunga akan terlihat kompak.
  • Dapat memicu munculnya bunga-bunga baru sehingga meningkatkan pesona tanaman.
  • Agar terhindar dari hama dan penyakit, karena dapat memutus siklus hama.

Repotting

Repotting adalah penggantian media tanam, hal ini dilakukan tentunya pada media tanam yang ada di dalam pot karena apabila tidak diganti maka pertumbuhan tanam akan terhambat. Hal itu disebabkan karena kedia tanam sudah terlalu masam atau akarnya yang sudah memenuhi pot.

Penggantian media tanam untuk tanaman tahunan dilakukan 9-12 bulan sekali, sedangkan untuk tanaman musiman dilakukan 3-4 bulan sekali. Waktu penggantian media tanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, apabila siang hari lakukan ditempat yang teduh.

Saturday, September 22, 2012

Desain Taman Rumah

Menghiasi halaman rumah dengan taman tentunya sudah menjadi "kewajiban" bagi setiap orang yang menginginkan kenyamanan dan kesejukan, apalagi dengan kondisi udara disekitar kita yang sudah tidak bersahabat memaksa kita untuk membuat "filter alami" yang menyehatkan untuk hadir dilingkungan tempat tinggal kita.

Kita bisa membuat taman dengan konsep desain taman yang kita inginkan dengan mencari sumber rujukan di majalah atau media internet sebelum kita membuat taman, banyak desain taman yang memiliki gaya bermacam-macam, seperti, gaya minimalis, minimalis tropis, taman kering, taman jepang, taman bali dan masih banyak desain-desain yang lainnya.

Sebuah taman rumah akan terlihat indah dan terasa nyaman ketika taman tersebut menampilkan desain yang cocok dengan karakter elemen yang digunakan, dan untuk  pemilihan elemen tentunya harus sesuai dengan keinginan dan kesukaan, dan yang paling penting saya ingatkan kembali kita harus memahami karakter elemen tersebut, karena elemen tersebut akan tampak indah ketika mendapatkan perhatian lebih dari kita (perawatan yang konsisten).

Kalau anda menggunakan jasa tukang taman, anda bisa merekomendasikan elemen yang anda inginkan supaya tukang taman bisa menggunakan elemen yang anda inginkan dalam taman rumah anda.

Untuk desain taman rumah saya tampilkan contoh desainnya di bawah ini, semoga menambah inspirasi bagi anda yang lagi mencari informasi desain taman rumah :

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman

Tukang Taman, Taman Rumah, Tukang, Taman, Deasain Taman, Desain, Taman





Monday, September 10, 2012

Desain Taman


Video Desain Taman


Desain taman merupakan faktor yang terpenting untuk mewujudkan sebuah taman hunian maupun taman umum, desain taman sangat mempengaruhi bagi  elemen yang akan dihadirkan, seperti pertumbuhan tanaman (ikan), kesetabilan air (untuk yang memakai elemen air), dan yang utama faktor keindahan.

Karena itu peletakan elemen harus sesuai dengan karekternya masing-masing untuk menunjang kelangsungan hidupnya (khususnya tanaman dan ikan), dampak positif dari sebuah elemen jika kita dapat menyesuikan karakternya tentunya akan memancarkan keindahan.

Untuk lebih lengkap desain tamannya silakan buka di Koleksi Desain dan untuk mengetahui cara membuat taman sekaligus dengan peletakannya bisa dilihat di Tukang Taman Membuat Taman

Wednesday, September 5, 2012

Aglaonema Agar Tetap Prima

Aglaonema, tetap prima, merawat, cara meraswat aglaonema, donna carmen,tanaman hias


Agar tanaman aglaonema tetap prima kita harus mengetahui apa yang "diinginkannya", dengan mengetahui penyebab dan cara menanggulangi kendala-kendala yang dapat menurunkan kualitas aglaonema pastinya tanaman tersebut akan tumbuh prima dan berkualitas.

Tips cara merawat Aglaonema :

Daun keriput
Bila daun Aglaonema, terutama donna Carmen keriput, itu tanda serangan virus. Ia sejenis dengan virus pada tomat, tetapi tidak mematikan. Serangannya hanya membuat daun keriting sehingga penampilan rusak. Penyakit itu menyebar ke tanaman lain lewat pisau setek yang tidak steril. Supaya tidak menyebar, musnahkan tanaman terserang. Upaya lain, sterilkan pisau sebelum memisahkan anakan.

Daun terbakar
Daun terbakar ditandai warna kekuningan dipermukaan. Bila dibiarkan daun jadi cokelat kuning dan akhirnya bolong. Idealnya anggota kerabat Araceae itu  hanya menerima sinar matahari 40%. Oleh karena itu, pasang naungan 60% di areal terbuka. Kelebihan sinar, meski tidak sampai membakar daun, juga  bisa menyebabkan warna kusam.

Batang busuk
Kondisi ini terjadi lantaran tanaman terlalu banyak disiram, sementara media tanam padat sehingga air tertahan di pot. Akibatnya daun memucat dan kusam. Untuk mengatasi ganti media tanam dengan yang lebih porous. Kurangi frekuensi penyiraman pada musim hujan menjadi 2-3 kali seminggu.

Mengkilapkan daun
Daun mengkilap tanda tanaman sehat. Sebaliknya kusam berarti kesehatan terganggu. Agar aglaonema tampak prima, semprotkan leaf shine ke permukaan daun lalu lap dengan kapas atau kertas tisu halus hingga cairan merata.

Pucuk mengecil
Daun muda aglaonema kerap mengecil sehingga keindahannya berkurang. Penyebabnya antara lain terbentuk bunga. Bila tidak ingin dijadikan buah, buang saja bunga itu karena menyerap banyak energi. Pemupukan dengan dosis P dan K tinggi merangsang tanaman rajin berbunga. Untuk itu ganti pupuk dengan memilih kombinasi N lebih tinggi di bandingkan P dan K.

Penyebab lain, terjadi kerusakan pada akar akibat serangan hama atau penyakit, seperti pythium. Untuk mengetahui penyebabnya, bongkar tanaman dari pot. Buang akar rusak dan oleskanzat perangsang akar, missal Auxin dan Root on.

Akar cepat tumbuh
Menyatek aglaonema berisiko tinggi. Bila salah penanganan, alih-alih dapat tanaman baru, justru induk yang mati. Agar aman, sebelum dipotong diusahakan batang itu menghasilkan akar. Caranya, ambil gelas plastic bekas minuman lalu potong dua. Bagian atas dipasang (dikalungkan) di pangkal batang. Masukkan media ke dalamnya hingga penuh. Setelan 2-4 minggu, tanaman telah berakar. Batang siap dipotong. Tanam potongan itu seperti individu baru.Sedangkan bonggol batang memunculkan tunas baru dalam 2-4 minggu. Induk dan anak pun selamat.

Kelambu aglaonema
Meski resikonya besar, pekebun di Thailand tetap memperbanyan aglaonema dengan cara setek. Untuk mengurangi risiko kematian ada triknya. Siram media tanam hingga jenuh. Setaelah itu masukan dalam kantong plastic bening yang cukup besar untuk memuat pot. Ikat mulut kantong agar uap air tidak keluar. Kelembapan tinggi dan hawa panas merangsang setek mengeluarkan pucuk dan akar baru. Setelah 40 hari, bibit dikeluarkan dari kelambu. Saat itu akar dan daun baru sudah terbentuk sempurna.

Membuat Taman Rumah

Bagi Anda yang sedang mencari inspirasi atau ide untuk membuat taman rumah, catatan singkat ini boleh Anda baca  untuk bahan rujukan supaya taman rumah Anda indah, sejuk dan menyehatkan.

Membuat taman yang indah dan asri tentunya akan memberikan dampak positif bagi yang mpunya rumah tersebut, banyaknya dampak positif dari sebuah taman hunian menjadikan alasan seseorang ingin mewujudkan taman disekitar tempat tinggalnya, dari berbagai dampak itu diantaranya kenyamanan dan kesehatan.

desain taman dengan konsep tropis bisa menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan adanya elemen air dalam sebuah taman, karena elemen yang satu ini begitu besar efek positif bagi psikologis seseorang yang melihat maupun mendengarnya, dan itulah salah satu alasan mengapa taman bergaya jepang tidak luput dari elemen air.

Sebagai rujukan desain taman yang menggunakan elemen air Anda bisa melihat foto di bawah ini


Membuat, Taman, Rumah, Tukang, taman, Membuat Taman, Taman RumahDengan konsep desain air terjun secara bertahap suara gemericik air akan lebih terasa natural, apalagi ditambah dengan elemen batu alam yang dominan dan tanaman tropis yang sesuai, tentunya akan memanjakan indra penglihatan dan pendengaran kita serasa di alam lepas.

Dengan desain taman rumah seperti ini keinginan untuk bersantai bersama keluarga tercinta dapat Anda lakukan kapan saja.

Maka tidak heran banyak ahli psikologis menganjurkan menggunakan media alam untuk membantu kesehatan para pasiennya.

Bagi Anda yang tidak memiliki lahan yang cukup luas, jangan kawatir karena nuansa alami pun dapat dihadirkan dengan konsep minimalis, seperti foto di bawah ini.

Membuat, Taman, rumah, Tukang, Taman, Jasa Taman, Membuat Taman



Dengan konsep desain minimalis seperti ini nuansa alam akan hadir dan dapat memanjakan indra pendengaran dan penglihatan kita, yang utama dalam membuat taman rumah ini kita bisa mendesainnya dengan apik dan menyesuaikan elemen-elemen pendukungnya.


Membuat, Taman, Rumah, Tukang, Jasa, Pembuat, Membuat Taman RumahKarena tata letak sangat berperan penting dalam pembuatan sebuah taman rumah, elemen pendukung tidak harus bernilai tinggi karena dengan elemen pendukung yang tidak terlalu mahal pun dengan syarat kita dapat menyesuikan tempat sesuai dengan karakter elemen tersebut (estetika), pasti taman tersebut akan "mengungkapkan sendiri" keindahan yang dimilikinya.

Utuk lebih jelas bagaiman cara pembuatannya Anda bisa lihat disisni CARA TUKANG TAMAN

Tuesday, August 21, 2012

Callistemon atau Bunga Sikat Botol

Callistemon, Bunga, Sikat, Botol, Pohon bunga botol, Pink, Merah, Kuning, Putih


Di Autralia, daerah asalnya, callistemon sering dijadikan peneduh. Karena bisa berbunga terus- menerus  dan bunganya 'ramai', ia pun kerap menjadi penyemarak tanaman. Di indonesia tanaman ini sudah lama dijumpai. Ia paling banyak ditemukan di daerah dingin. Di daerah Jakarta yang panas, callistemon bisa berbunga namun tidak lebat, sedangkan di daerah Puncak ukuran bunga lebih besar di bandingkan daerah asalnya.

Callistemon dikenal dengan nama bunga sikat botol, karena sosoknya seperti sikat botol. Tanaman ini menarik karena bunganya lebat dan warnanya semarak: merah, pink, dan putih. Daunya wangi, beraroma mirip minyak kayu putih. Bila bunganya habis maka pucuk di atasnya akan memanjang, lalu terbentuk lagi bunga yang di topang oleh tangkai berbulu halus.

Callistemon bisa ditanam soliter atau berkelompok, agar keliatan 'ramai' dengan warna tanaman ini bisa di tanam secara bergerombol dengan beragam warna dengan teknik penanaman secara zigzag, dan kelemahan tanaman ini ialah bunga agak tersembunyi di balik daun.

Callistemon, Bunga, Sikat, Botol, Pohon bunga botol, Pink, Merah, Kuning, Putih


Kini dikenal 8 jenis callistemon: merah daun bulat, pink cerah, merah daun runcing, merah semarak, pink dan putih. Kebanyakan berbunga didaerah panas, kecuali callistemon mini yang menyukai tempat dingin.

Cara merangsang supaya banyak tangkai

Pertumbuhan callistemon cukup bandel. Namun, ia tidak menyukai air tergenang. Media harus porous sehingga mudah membuang kelebihan air. Tanaman ini pun menyukai sinar matahari yang penuh. Pada musim hujan bunganya sedikit.

Callistemon harus dirangsang untuk menghasilkan banyak tangkai melalui pemangkasan karena daunnya tidak lebat.
Pemangkasan menjadi inti kegiatan bila tujuan penanaman untuk peneduh. Pembentukan tanaman harus dirancang sejak awal. Batang callistemon selalu cenderung memunculkan cabang dan ranting. Cabang dan rating ini harus selalau dipangkas. Sedangkan batang utama dibiarkan tumbuh ke atas.

Monday, August 20, 2012

Bunga Soka Dalam Pot

""
Bunga, Soka, Dalam, Pot, soka, Bunga soka, cara, Menanam, Soka



Kalau pertumbuhan soka pot kerdil, daun menjadi klorosis karena pucat keputih-putihan bukan berarti gejala proses variegata.
Yang banyak di potkan biasanya soka mini.soka itu secara genetis memang tumbuh pendek dan berdaun kecil.soka bukan tanama asli indonesia. ”Hobiis mengenalnya sebagai Ixora coccinea. mereka mendatangkan dari Thailand.

Cepat masam 

Media tanam soka cepat masam.
Penyebabnya media tanam terlalu banyak air lantaran terlalu sering disiram. media tanam yang memandat, saluran pengeluaran  air tersumbat , bisa membuat media tanam mengeras atau terlalu banyak mengeluarkan air. Karena pH media  tanam menjadi rendah, pertumbuhan soka terganggu. Soka sangat peka perubahan pH karena toleransinya jelek.

Soka yang menunjukan gejala klorosis, meranggas, atau kerdil, perlu segera “disembuhkan”. Media tanam yang masam di netralkan. Paling praktis ganti media tanam sekaligus melakukan pergantian pot.

Media tanam terdiri dari campuran 50% pasir dengan 50% humus sangat bagus untuk soka pot. Pasir bersifat porous sekaligus menetralisir kemasaman kompos, karena pasir mengandung kalsium karbonat. Humus menahan air sehingga menjaga kelmbapan media tanam, sekaligus sumber pupuk organis. Dengan media tanam itu soka bisa tahan 6-8 bulan dalam kondisi normal dan sehat.

Kalau akar sudah menggumpal sebaiknya di pangkas, begitu pula sebagian tajuknya. Pemangkasan akan perlu diikuti  dengan pemangksan tajuk, agar penguapan air seimbang.baru setelah itu soka  ditanam di pot dengan media tanam baru. Satu bulan kemudian tunas-tunas daun dan pucuk-pucuk baru sudah menyembul ke luar.

Selain media tanam cocok, lubang pengeluaran air pun terjaga sempurna aliranya.
Dan soka sangat membutuhkan cahaya yang banyak. Penempatan di ruang terbuka cocok untuk soka. Minimal mendapat 6 jam penyinaran kalau mataharinya terik. Ditaruh di tempat yang kurang cahaya, soka akan malas berbunga.

Saturday, August 18, 2012

Cara Merawat Bonsai Juniperus Rigida

Cara, merawat, Bonsai, Juniperus, Rigida, Juniperus rigida, merawat bonsai


Jenis tanaman hias yang di buat bonsai sangat banyak jenisnya, salahsatunya jenis tanaman yang banyak dijadikan bonsai yaitu jenis juniperus rigida. Banyak kelebihan mengapa jenis tanaman yang satu ini sering dijadikan bonsai, diantaranya, batangnya berkayu keras dan daunnya berbentuk jarum yang tegak sehingga terkesan kuat dan kekar.

Meskipun Juniperus rigida termaasuk tanaman dengan habitat iklim sub-tropis, tapi masih dapat ditanam di Indonesia, tentunya kita harus mengetahui syrat-syarat perawatannya.


Merawat media tanam

Juniperus rigida perlu disiram secara teratur. Guna mencegah terjadinya busuk di akar diperlukan drainase yang baik. Untuk itu sebagai median tanamnya digunakan campuran 60% tanah gunung dan 40% tanah pasir. Kondisi tadi perlu diperhatikan karena juniperus rigida menghendaki media dengan drainase yang baik, Pemupukan dilakukan tiap 2 bulan sekali, sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.

Sejalan dengan pertumbuhan tanaman, repotting atau penggantian media tanam  pun perlu dilakukan. Repotting dilakukan 3 tahun sekali dan sebaiknya dilakukan pada musim penghujan.

Mengetahui hamanya

Di negara asalnya, tanaman ini memiliki musuh, yaitu : kutu merah yang membentuk semacam benang. Akibat serangannya akan mengakibatkan keringnya ranting-ranting. Musuh lainnya adalah kumbang penggerek yang masuk kedalam batang dan merusak kayu dalam batang, akibat seranganya dapat mengakibatkan kematian pada tanaman.

Di Indonesia, masih ada lagi musuh lain, yaitu : ulat penggerek yang biasa makan kulit tanaman sehingga ranting atau cabang yang terkelupas mati. Hama lain yang sering dijumpai antara lain kutu putih yang sering memenuhi daun-daun tanaman ini. Sebagai upaya pencegahan dan penanggulangannya bisa dilakukan penyemprotan  insektisida yang teratur.

Jangan gunting daunnya

Juniperus rigida memiliki daun yang bentuknnya seperti jarum. Sejalan dengan pertumbunhan tanaman, daun-daun jarumnya pun akan terus tumbuh dengan ujung yang memanjang. Bila anda ingin membentuknya jangan sekali-kali melakukan pengguntingan pada daun berbentuk jarum ini. Pengguntingan pada daun-daun yang berbentuk jarum akan menyebabkab ujung jarum-jarum yang terpotong berwarna cokelat. Bila ingin memotongnya ada cara khusus, yaitu dengan mencabutnya perlahan, cukup hanya dengan tangan kita.